Proses kehamilan melibatkan sejumlah faktor: usia, keturunan, anatomi organ tubuh, kondisi kesehatan fisik dan mental, serta waktu yang tepat.
1. Pola makan harus sehat.
Tingkatkan konsumsi sayuran, buah-buahan, dan air putih untuk kelancaran proses metabolisma tubuh. Bila perlu, konsumsi suplemen, misalnya asam folat.
2. Tinggalkan kebiasaan buruk.
Hindari rokok dan minuman beralkohol.
3. Tingkatkan Kualitas Sperma
Untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas sperma, calon ayah sebaiknya menghindari celana dalam yang ketat dan terbuat dari bahan sintetis, mengurangi konsumsi minuman berkafein dan berhenti merokok.
4. Olah Raga Teratur
Konsultasilah ke dokter untuk mendapatkan saran jenis olahraga yang paling sesuai untuk Anda, juga suami.
5. Tingkatkan Vitamin D
Vitamin D mempengaruhi kesuburan pria maupun wanita. Pria dengan kadar vitamin D di bawah normal, terbukti meningkatkan kadar sejenis asam amino di dalam darah, yakni homosistein, yang bisa mengganggu pembentukan sel sperma. Hal serupa terjadi pada wanita. Kebutuhan vitamin D juga bisa dibantu dengan berjemur di pagi hari sekitar 20 menit.
6. Periksa Kesehatan
Penyakit infeksi, seperti tosksoplasma dan penyakit menular seksual, yang tidak diobati dapat menghambat terjadinya kehamilan.
7. Cek masa subur.
Gunakan panduan kalender, dalam memperkirakan masa subur. Selain itu, tidak ada salahnya mencoba gunakan alat pendeteksi masa subur yang banyak tersedia di pasaran.
8. Berhubungan sebelum masa subur.
Begitu masuk ke dalam tubuh, sel-sel sperma sebaiknya langsung bertemu dengan sel-sel telur yang sudah matang.
9. Posisi tepat.
Pilihlah posisi hubungan intim yang memungkinkan bunda berfungsi sebagai “mangkuk” yang menampung sel-sel sperma. Jangan langsung bangun dan berdiri begitu selesai berhubungan intim.
10. Cukup 3 kali seminggu.
Pria kadangkala membutuhkan jeda sekitar 3 hari sebelum mampu menghasilkan sel-sel sperma dalam jumlah yang optimal untuk pembuahan. Untuk itu, hubungan intimtidak perlu setiap hari karena justru akan melemahkan sel-sel sperma yang dihasilkan.
Dari : berbagai sumber












Sakit memang tidak diinginkan, apa itu sakit ringan ataupun berat. Makan saja tidak enak walaupun itu makanan yang menggiurkan mata dan lezat saat disantap seperti biasanya. Tidak ada keinginan lain kecuali sembuh saat kita sedang sakit. Orang sehat mempunyai 1001 keinginan tapi bagi yang sakit pasti hanya punya 1 keingian, yakni cepat sembuh. Begitupun dengan sakit flu walupun ringan tapi bisa sangat menggangu kegiatan sehari-hari kita.








Sebagaimana dalam firman-Nya "
